Showing posts with label Materi Akuntansi. Show all posts
Showing posts with label Materi Akuntansi. Show all posts

Monday, July 29, 2019

Download RPP dan Silabus Komputer Akuntansi kelas XII semester 1 dan 2

Download RPP dan Silabus Komputer Akuntansi kelas XII
Sobat,, berikut kami berikan link untuk download perangkat pembelajaran Komputer Akuntansi kelas XII semester 1 dan 2 untuk SMK...
Semoga informasi ini dapat membantu bapak/ ibu guru SMK dalam pembuatan Perangkat Mengajar...
Adapun Beberapa perangkat yang akan diunduh adalah sbb:




Semoga bermanfaat....
 

Sunday, July 28, 2019

Download RPP dan Silabus Perbankan Dasar kelas X semester 1 dan 2

RPP Perbankan Dasar Kelas XI
Sobat,, berikut kami berikan link untuk download perangkat pembelajaran Perbankan Dasar kelas X semester 1 dan 2 untuk SMK...
Semoga informasi ini dapat membantu bapak/ ibu guru SMK dalam pembuatan Perangkat Mengajar...

Adapun Beberapa perangkat yang akan diunduh adalah sbb:


Silabus Perbankan Dasar 

Semoga bermanfaat..... 

Download RPP dan Silabus Etika Profesi kelas X semester 1 dan 2

Dowload RPP dan Silabus Etika Profesi
RPP dan Silabus Etika Profesi
Sobat,, berikut kami berikan link untuk download perangkat pembelajaran Etika Profesi kelas X semester 1 dan 2 untuk SMK...
Semoga informasi ini dapat membantu bapak/ ibu guru SMK dalam pembuatan Perangkat Mengajar...
Adapun Beberapa perangkat yang akan diunduh adalah sbb:



  Semoga bermanfaat....

Saturday, July 27, 2019

Download RPP dan silabus Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagan kelas XI semester 1 dan 2.

Download RPP dan silabus Praktikum Akuntansi kelas XII SMK semester 1 dan 2.
Sobat, kali ini saya akan membagi link tautan khusus untuk RPP dan silabus Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagan dan Manufaktur untuk kelas XI SMK semester 1 dan 2.
Bagi bapak /Ibu dewan guru yang mengapu pelajaran tersebut silakan unduh link berikut di bawa ini.

Friday, July 26, 2019

RPP Ekonomi Bisnis Kelas X SMK

Thursday, July 25, 2019

Saturday, July 6, 2019

Download RPP dan Silabus Akuntansi Keuangan Kelas XI


RPP Akuntansi Keuangan
RPP dan Silabus  Akuntansi Keuangan kelas XI

Halo... Sobat... ketemu lagi dengan kami di Ruang Download....
pada kesempatan ini saya akan membagi tautan atau link yang dapat diunduh.... khususnya untuk perangkat mengajar bagi yang mengapu mapel Akuntansi keuangan untuk SMK kelas XI semester 1 dan 2 .... silahkan unduh link dibawa ini...
semoga bermanfaat......
1.       RPP KD 1 Semester 1.docx
2.       RPP KD 2.docx
3.       RPP KD 3.docx
4.       RPP KD 4.docx
5.       RPP KD 5.docx
6.       RPP KD 6.docx
7.       RPP KD 7.docx
8.       RPP KD 8 Semester 2.docx
9.       RPP KD 9.docx

Sunday, July 31, 2016

PPT Akuntansi


Siklus Akuntansi merupakan proses penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan serta diterima secara umum prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode, serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dalam suatu periode tertentu.
Dibawah ini akan saya bagikan beberapa media PPT tentang Akuntansi antara lain :
BAB 1    Sekilas tentang Akuntansi  download di sini
BAB 2    Persamaan Dasar Akuntansi dan Pencatatan berpasangan download di sini
BAB 3    Pengakunan ( Akun )  download di sini
BAB 4    Gambaran Umum Akuntansi  download di sini
BAB 5    Pengidentifikasian dan Pengukuran  download di sini
BAB 6    Jurnal  download di sini
BAB 7    Pemindabukuan (Buku Besar)  download di sini
BAB 8    Penyusunan Laporan Keuangan dan Neraca  download di sini
BAB 9    Pembuatan Neraca Saldo  download di sini
BAB 10  Penyusunan Jurnal Penyesuaian   download di sini
BAB 11  Neraca Saldo Setelah Penutupan   download di sini
BAB 12  Laporan Keuangan  download di sini
BAB 13  Jurnal Penutup  download di sini
BAB 14  Laporan Perubahan Modal dan Neraca  download di sini
BAB 15  Jurnal Pembalik download di sini

Semoga bermanfaat....

Tuesday, April 22, 2014

Soal Latihan Pencatatan Dana Kas Kecil

Setelah dibahas tentang materi dana kas kecil dalam postingan sebelumnya, maka untuk menambah pemahaman tentang pencatatan dana kas kecil dalam postingan ini akan di berikan Soal Latihan pencatatan Dana Kas Kecil Di bawah soal latihan dan pembahasan soalnya :

Soal Latihan Pencatatan Dana Kas Kecil


PT Arimbi, Pamulang memiliki data transaksi kas kecil dalam bulan September 2003 sebagai berikut:

Sep. 1  Telah dibentuk dana kas kecil yang diambilkan dari dana kas besar sejumlah Rp. 1.000.000,00 selama satu minggu.
Sep 2  Dibeli kertas dan tinta printer sebesar Rp. 425.000,00
Sep  5  Dibeli sejumlah perangko dan meterai seharga 250.000,00
Sep  6  Dibeli barang-barang untuk pembersih ruangan toko seharga Rp.200.000,00
Sep 8  Pengisian kembali dana kaskecil sebesar Rp. 875.000,00.

Berdasarkan data di atas, Anda diminta menyusun:
1.  Pencatatan transaksi dana kas kecil dengan sistem imprest.
2.  Pencatatan transaksi dana kas kecil dengan sistem fluktuasi.
 
Kunci Jawaban Latihan Praktik:
Pencatatan dengan sistem imprest:
Sep. 1   Kas kecil                          Rp. 1.000.000,00
                   Kas                                              Rp. 1.000.000,00
Sep. 2
Sep. 5          Tidak perlu ada pencatatan.
Sep. 6
Sep. 8   Perlengkapan Kantor         Rp. 675.000,00
            Perlengkapan Toko           Rp. 200.000,00
                     Kas                                            Rp. 875.000,00

Pencatatan dengan sistem imprest:
Sep. 1   Kas kecil                          Rp. 1.000.000,00
                   Kas                                              Rp. 1.000.000,00
Sep. 2   Perlengkapan Kantor         Rp. 425.000,00
                   Kas Kecil                                      Rp.   425.000,00
Sep. 5   Perlengkapan Kantor         Rp. 250.000,00
                   Kas Kecil                                      Rp.   250.000,00
Sep. 6   Perlengkapan Toko           Rp. 200.000,00
                   Kas Kecil                                      Rp.   200.000,00
Sep. 8   Kas Kecil                          Rp. 875.000,00
                     Kas                                            Rp. 875.000,00



Demikianlah  soal latihan dan pembahasan tentang dana kas kecil ,
semoga bermanfaat.

Monday, April 21, 2014

Memproses Dokumen Kas Kecil secara Tepat

Memproses Dokumen Kas Kecil secara Tepat
Pengeluaran Kas yang dilakukan perusahaan umumnya meliputi pengeluaran untuk pembayaran utang dan pembayaran operasional lainnya. Dalam melakukan pembayaran, secara umum perusahaan melakukannya dengan menggunakan cek, sedangkan pembayaran yang jumlahnya relatif kecil dilakukan dengan menggunakan dana kas kecil. Dana kas kecil adalah sejumlah uang tunai yang disediakan perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis jika dibayar menggunakan cek. Dalam pengelolaan dana kas kecil membutuhkan dokumen kas kecil, adapun dokumen tersebut akan dibahas dibawah ini. pengeluaran yang dibayar dengan dana kas kecil misalnya pembelian materai, perangko, rekening listrik, rekening telepon, perlengkapan kantor, biaya kebersihan dan sebagainya.

Dokumen atau bukti pengelolaan dana kas kecil

Setiap transaksi yang mempengaruhi posisi saldo kas kecil, harus dicatat ke dalam dokumen kas kecil, yaitu dokumen yang digunakan untuk mengelola administrasi dana kas kecil. Adapun dokumen-dokumen tersebut antara lain:
a. Dokumen atau Bukti penerimaan kas kecil
Dokumen penerimaan kas kecil adalah dokumen yang berkaitan dengan penerimaan kas kecil dari kas besar sebagai pembentukan dana kas kecil.
b. Dokumen atau bukti pengeluaran kas kecil
Dokumen pengeluaran kas kecil adalah dokumen yang berkaitan dengan pengeluaran-pengeluaran kecil yang sering terjadi dalam suatu perusahaan.
c. Bukti Kas Keluar (BKK)
Bukti ini diperlukan pada saat kasir mengeluarkan dana kas, misalnya untuk pembentukan dana kas kecil dan pada saat pengisian kembali dana kas kecil
d. Permintaan Pengeluaran Kas Kecil (PPKK)
Bukti ini digunakan untuk meminta uang ke pemegang kas kecil dan digunakan sebelum eminta BKK. Sedangkan bagi pemegang kas kecil, bukti ini sebagai bukti pembayaran kas kecil kepada pengguna kas kecil.
e. Bukti Pengeluaran Kas Kecil (BPKK)
Bukti ini digunakan untuk mempertanggungjawabkan pemakaian dana kas kecil.
f. Permintaan Pengisian Kembali Kas Kecil (PPKKK)
Bukti ini dibuat oleh pemegang kas kecil untuk meminta pengisian kembali kas kecil kepada bagian keuangan.

Metode Pencatatan Dana Kas Kecil

Ada dua metode yang diterapkan dalam pencatatan dana kas kecil yaitu metode dana tetap (Imprest fund method) dan metode dana tidak tetap (Fluctuation fund method), adapun penerapan salah satu metode ini tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan.
1) Metode dana tetap (Imprest fund method)
Merupakan metode dalam pengaturan dana kas kecil yang jumlah dananya selalu tetap, yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada petugas kas kecil.
Prinsip dalam metode ini antara lain:
a.Tahap Pembentukan Dana
Dalam tahap ini dana kas kecil dibentuk dengan terlebih dahulu memperkirakan jumlah kas yang diperlukan untuk pendanaan tersebut periode tertentu, misalnya satu bulan. Setelah mendapat persetujuan cek diuangkan kemudian diserahkan kepada petugas kas kecil. Jurnal yang dibuat dalam pembentukan kas kecil dicatat dengan mendebet akun atau rekening Kas Kecil dan mengkredit Kas Bank (atau bisa ditulis Kas)
b. Tahap Pengeluaran Kas
Setiap kali terjadi pengeluaran kas kecil, petugas kas kecil harus mencatat atau membuat bukti pengeluaran, karena dalam metode ini setiap pengeluaran tidak dijurnal langsung tetapi akan dijurnal saat pengisian kembali dana kas kecil.
c.Tahap Pengisian Kembali
Pada saat pengisian kembali, petugas kas kecil menyerahkan bukti-bukti pengeluaran dan menerima cek sebesar pengeluaran yang sudah dibayar. Pada tahap ini dilakukan pencatatan jurnal atas semua transaksi pengeluaran yang mempengaruhi kas kecil. Adapun jurnal yang dilakukan adalah mendebet akun atau rekening biaya atau pengeluaran yang terjadi dan mengjredit Kas Bank.

Kondisi Khusus:
-Dalam kondisi khusus, misalnya Jika pada ahir periode penutupan buku belum dilakukan pengisian kembali kas kecil yang telah terpakai, berarti masih terdapat bukti-bukti pembayaran yang belum dicatat. Agar saldo rekening kas kecil kembali seperti semula dan pengisian kembali kas kecil dapat dicatat dengan cara yang sama maka perlu dibuat jurnal penyesuaian. Pencatatan jurnal penyesuaian dilakukan dengan cara mendebet akun biaya yang sesuai dan mengkredit kas kecil. Agar pencatatan kas kecil dapat dilakukan seperti biasanya maka pada periode berikutnya dibuatkan jurnal pembalik, pencatatan jurnal pembalik dengan cara membalik jurnal penyesuaian yaitu mendebet Kas kecil dan mengkredit Biaya-biaya.
-Dalam kondisi khusus, misalnya dana kas kecil dirasa terlalu besar maka dapat diturunka dengan cara mendebet Kas dan mengkredit Kas kecil jumlahnya sebesar selisih dana lama dan dana baru. sebaliknya jika dana kas kecil dirasa jumlahnya kurang atau terlalu sedikit maka dapat ditambah jumlahnya dengan cara mendebet Kas Kecil dan mengkredit Kas Bank sebesar selisih dana baru dan dana lama.

2)Metode dana tidak tetap (Fluctuation fund Method)
Metode dana tidak tetap merupakan metode dalam pengaturan kas kecil, dimana saldo rekening kas kecil berfluktuatif (naik-turun) sesuai dengan jumlah pengisian kembali dan pengeluaran-pengeluaran dari kas kecil.
Prinsip dalam metode ini antara lain:
a. Tahap pembentukan dana
Dalam tahap ini dana kas kecil dibentuk dengan terlebih dahulu memperkirakan jumlah kas yang diperlukan untuk pendanaan tersebut periode tertentu, misalnya satu bulan. Setelah mendapat persetujuan cek diuangkan kemudian diserahkan kepada petugas kas kecil. Jurnal yang dibuat dalam pembentukan kas kecil dicatat dengan mendebet akun atau rekening Kas Kecil dan mengkredit Kas Bank (sama dengan metode dana tetap).
b.Tahap Pengeluaran Kas
Dalam metode ini setiap terjadi pengeluaran uang dari kas kecil langsung dilakukan pencatantan (jurnal), jadi buku kas kecil mempunyai fungsi sebagai buku jurnal dan menjadi dasar untuk pembukuan ke rekening buku besar, dengan demikian dalam metode ini tidak perlu dibuat jurnal penyesuaian ataupun jurnal pembalik. Pencatatan yang dilakukan dalam setiap pengeluaran kas kecil dilakukan dengan cara mendebet Biaya-biaya dan  mengkredit kas kecil.
c. Tahap pengisian kembali
Dalam tahap ini sama halnya dengan tahap pembentukan kas kecil yaitu mendebet Kas Kecil dan mengkredit Kas atau kas bank. Dalam pengisian kembali dapat dilakukan sebesar jumlah yang sama, lebih besar,atau lebih kecil daripada saat pembentukan dana tanpa memperhatikan beberapa kas kecil yang sudah dikeluarkan.

Kesimpulan
Dana kas kecil adalah sejumlah uang tunai yang disediakan perusahaan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil dan tidak ekonomis jika dibayar menggunakan cek. Dalam proses pencatatan dana kas kecil terdapat dua metode yaitu metode dana tetap dan metode dana tidak tetap. Perbedaan antara metode dana tetap dan metode dana tidak tetap antara lain; dalam metode dana tetap, saldo kas kecil tetap (tidak berubah) kecuali jika ada penambahan dana. Pengeluaran dari dana kas ini akan langsung dikeluarkan dari kas bank. sedangkan pada metode dana tidak tetap, saldo kas kecil berubah-ubah sesuai dengan penggunaan dan pengisian kembali. pengeluaran dana kas ini langsung mengurangi saldonya.

Demikianlah pembahasan tentang Memproses Doukumen Kas Kecil secara tepat , semoga bermanfaat. 

Sunday, April 20, 2014

Cara Menyusun Jurnal Penyesuaian

Cara Menyusun Jurnal Penyesuaian
Jurnal Penyesuaian merupakan jurnal yang harus disusun karena terdapat kondisi keuangan yang perlu disesuaiakan. Kondisi keuangan yang perlu disesuaikan tersebut terkait dengan berkurangnya atau bertambahnya nilai suatu akun. Misalnya saja terdapat penyusutan nilai mesin atau gedung, ataupun adaya penambahan utang gaji dan sebagainya, untuk lebih jelas silahkan baca postingan sebelumnya tentang Hakikat jurnal penyesuaian.
Dalam Postingan ini akan di jelaskan tentang:

Tips menganalisis ayat jurnal penyesuaian dengan benar

Agar lebih memahami teknik penyusunan jurnal penyesuaian maka dalam pembahasan ini akan dilakukan dengan menyediakan soal dan pembahasan penyusunan jurnal penyesuaian, Silahkan anda baca dan pahami dahulu soal (transaksi dan ayat jurnal penyesuaian dibawah ini)

Transaksi yang terjadi:
Tanggal 2 mei tahun 2012  : Saya mendirikan salon yang diberi nama
              "Salon efi" dengan menyetorkan uang sebesar Rp 7.500.000
Tanggal 3 Mei tahun 2012    : Dibayar sewa ruangan Rp 600.000 untuk satu
              tahun secara tunai
Tanggal 4 Mei tahun 2012    : Dibayar tunai peralatan Rp 2.000.000
Tanggal 5 Mei tahun 2012 : Dibayar perlengkapan secara kredit Rp 500.000
Tanggal 6 Mei tahun 2012    : Dibayar Iklan Rp 250.000 secara tunai
Tanggal 15 Mei tahun 2012  :
               a) Dibayar Gaji Karyawan untuk 15 hari
                 (tanggal 1 mei sampai 15 mei) Rp 360.000,
             b) Diterima hasil jasa Rp 1.000.000
Tanggal 19 Mei Tahun 2012  : Dibayar beban Listrik dan telepon Rp 300.000
Tanggal 20 Mei tahun 2012    : Diterima pinjaman dari bank Rp 15.000.000
Tanggal 23 Mei tahun 2012    :
             a) Dibeli Peralatan RP 1.900.0000 secara tunai
             b) Dibayar hutang Rp 250.000
Tanggal 31 Mei tahun 2012    :
            a) Diterima hasil jasa Rp 2.250.000
            b) Dibayar Gaji karyawan Rp 360.000
        c) Saya Mengambil uang dari kas untuk kepentingan keluarga
            sebesar Rp 500.000

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) per 31 Mei 2012:
1. Peralatan diperhitungkan dapat dipakai lima (5) tahun.
2. Perlengkapan yang belum dipakai sampai dengan tanggal 31 Mei 2012 senilai Rp 125.000
3. Utang Bank diatas dengan Bungan 12% pertahun, bunga dibayar setiap bulan pada tanggal 23.
4. Sewa Ruangan diatas dicatat sebagai Beban.


Setelah anda membaca dan memahami transaksi yang terjadi selanjutnya akan dilakukan pembahasan tentang analisis AJP dan Penyusunan Jurnal Penyesuaian, Silahkan simak pembahasan berikut ini:
Berdasarkan AJP yang telah anda baca di atas maka diketahui terdapat empat (4) Kondisi yang memerlukan penyesuaian yaitu Penyusutan Peraltan, adanya Beban Perlengkapan, Utang Bunga bank dan Beban sewa.

Analisis Jurnal Penyesuaian Penyusutan peralatan

Penyusutan peralatan harus dibuatkan jurnal penyesuaian karena peralatan yang telah terpakai selama waktu pemakaian dicatat sebagai beban.
Telah diketahuai bahwa pada Tanggal 4 Mei Salon Efi membeli peralatan senilai Rp 2.000.000 dan pada tanggal 23 Mei senilai Rp 1.900.000 secara tunai Jadi jumlah total peralatan yang dimiliki Salon efi senilai Rp 3.900.000.
Diketahui dari AJP bahwa peralatan tersebut dapat dipakai selama 5 tahun (Umur ekonomis 5 th), sedangkan peralatan tersebut baru dipakai selama 1 bulan (tanggal 4 sampai 31 mei 2012) jadi terdapat pengurangan atau penyusutan nilai peralatan dalam 1 bulan.
penyusutan peralatan selama 1 bulan dapat dihitung sebagai berikut:
(2000.000+1900.000)/ (5X12) = 65.000
Keterangan:
2000.000    : Nilai peralatan yang dibeli tanggal 4 mei
1900.000    : Nilai Peralatan yang dibeli tanggal 23 Mei
5                 : 5 Tahun (Umur Ekonomis)
12               : Jumlah bulan dalam 1 tahun.
Jadi Jurnal Penyesuaian yang disusun adalah:
    Beban Penyusutan Peralatan .............. Rp 65.000
                Akumulasi Penyusutan Peralatan .............Rp 65.000

Analisis Jurnal Penyesuaian Perlengkapan

Perlengkapan perlu dibuat jurnal penyesuaian karena perlengkapan yang telah terpakai dicatat sebagai beban bukan lagi Perlengkapan.
Diketahuai bahwa pada tanggal 5 mei Salon efi membeli perlengkapan senilai Rp 500.000, Sedangkan sampai dengan 31 mei perlengkapan yang belum terpakai (tersisa) senilai Rp 125.000.
Jadi perlengkapan yang telah terpakai tidak lagi dicatat sebagai perlengkapan tetapi dicatat sebagai beban perlengkapan, sehingga perlu dibuat penyesuaian.
Perlengkapan yang terpakai dapat dihitung sebagai berikut:
Perlengkapan terpakai = Total Perlengkapan - Perlengkapan yang tersisa
                                   = 500.000 - 125.000
                                   = 375.000
Jadi Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:
      Beban Perlengkapan ............... Rp 375.0000
                     Perlengkapan ......................Rp 375.000

Analisis Jurnal Penyesuaian Utang Bunga Bank

Utang bunga perlu dibuat penyesuaian karena bunga bank tersebut telah menjadi beban Salon efi namun belum dicatat sehingga perlu dicatat.
Diketahui bahwa pada tanggal 20 Mei Salon efi meminjam uang di bank sebesar Rp 15.000.000, dan diketahui dalam AJP bahwa dari pinjaman tersebut Salon efi dikenakan bunga sebesar 12% per tahun dan harus dibayar setiap tanggal 23 tiap bulan.
Jadi dalam hal ini kita mencari nilai utang bunga yang telah menjadi beban bunga yang harus dicatat dalam jurnal penyesuaian.
Perhitungan beban bunga dapat dihitung sebagai berikut:
Pembayaran bunga setiap tanggal 23 mei sehingga yang menjadi beban bunga mulai tanggal 23 sampai 31 mei yaitu 8 hari.
Perhitungan:
Bunga 1 tahun       ; 12% x 15.000.000 = Rp 1.800.000
Bunga 1 bulan       ; 1.800.000 : 12       = Rp 150.000
Bunga 1 Hari        ; 150.000 : 30           = Rp 5000
Jadi Bunga 8 hari  ; 5000 x 8                 = Rp 40.000
Dengan Demikian Jurnal Penyesuaian yang dibuat adalah:
 Beban Bunga Bank ........ RP 40.000
           Utang Bunga Bank ......Rp 40.000

Analisis Jurnal Penyesuaian Beban Sewa dibayar di muka

Diketahui bahwa pada tanggal 3 Mei dibayar sewa ruangan untuk satu tahun sebesar Rp 600.000, dan di AJP diketahui bahwa sewa ruangan tersebut dicatat sebagai beban.
Berdasarkan kondisi tersebut maka pada ahir bulan mei perlu dibuat penyesuaian terhadap sewa ruangan sehingga laporan keuangan yang dibuat Salon efi menunjukan nilai beban sewa yang sebenarnya.
Perhitungan:
Sewa 1 tahun                                   = Rp 600.000
Sewa 1 bulan  ; Rp 600.000 : 12      = 50.000
Jadi beban sewa bulan mei adalah Rp 50.000, Sehingga dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
     Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
                Beban sewa Ruangan..............Rp 550.000
Jika anda bertanya mengapa dalam jurnal penyesuaian nilai sewa dibayar dimuka dan beban sewa sebesar RP 550.000 Bukan Rp 50.000????
Maka jawabnya adalah:
Karena pada saat transaksi pembayaran sewa ruangan pada tanggal 3 mei sebesar 600.000 dijurnal umum dicatat sebagai beban, untuk jelasnya sbb:
    Beban sewa ruangan ....... Rp 600.000
           Kas .......................Rp 600.000
Sedangkan beban sewa ruangan yang dicatat tersebut diatas untuk satu tahun padahal sekarang baru berjalan satu bulan, sehingga agar dalam laporan keuangan khususnya laporan laba-rugi akun beban sewa menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000
maka disusun Jurnal Penesuaian sebagai berikut:
Sewa dibayar dimuka ...............Rp 550.000
        Beban sewa Ruangan...............Rp 550.000
Nah jika kita perhatikan akun beban sewa dalam jurnal umum posisinya adalah Debit sebaliknya akun beban sewa dalam jurnal penyesuaian posisinya Kredit, sehingga saldo beban sewa diperoleh dari nilai beban sewa debit dikurangi nilai beban sewa kredit. Jadi dalam laporan laba rugi nilai akun beban sewa adalah:
Rp 600.000 - Rp 550.000 = Rp 50.000. Dengan demikian akun beban sewa dalam laporan laba-rugi menunjukan nilai yang sebenarnya yaitu Rp 50.000.
Demikianlah pembahasan cara Praktis menyusun jurnal penysuaian dengan benar, semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi anda,  Salam  Sukses....